THE JACATRA SECRET REVIEW

THE JACATRA SECRET
The secret lays in there…in OUR capital

Cara terbaik menyembunyikan rahasia adalah dengan meletakkannya di tempat umum
(George Washington, Mason 33°)




Hi semua

Ehm. Sebenarnya menulis resensi-apalagi resensi novel konspirasi-bukanlah kapasitas saya. Saya lebih capable mengulas materi yang lebih berbobot seperti kebijakan negara atau masalah ekonomi global *hoek*. Tapi rasa ketertarikan saya pada symbol dan konspirasi mendorong saya untuk menulis sedikit ulasannya dalam notes ini (baca: karena saya dipaksa pemilik novel ini untuk menulis resensinya). So, yes, I write this review from a dummy’s perspective. As you can see, coretan dibawah ini tak lebih dari tulisan seorang amatir yang sok tahu tentang dunia konspirasi. 

To be honest, 3 tahun belakangan ini saya memang menyukai hal2 yg berkaitan dengan simbol2 freemasonry dan beberapa peristiwa sejarah yang terkait dengan organisasi rahasia itu. Semua bermula dari….dari mana ya? Lupa saya…*gubrak*. Pokoknya memburu film, video dan buku yang berbau konspirasi jadi hobi baru saya selama 3 tahun terakhir. Paling kalap deh kalau pergi ke book fair dan melihat beberapa buku tentang konspirasi. Meeen semuanya menggiurkan!. Tapi karena bingung saya malah tidak jadi beli hehehe (bingung karena nggak punya uang -__-‘). Tapi, diantara sekian buku yang mengupas tentang konspirasi, menurut saya ‘The Knight Templar’ adalah yang paling berkesan. Buku karangan Rizki Ridyasmara itu memuat informasi yang sangat lengkap tentang sejarah Mason dan kaitannya dengan sejarah dunia dari A sampai Z. Gila, asik banget baca buku ini. Beberapa peristiwa sejarah yang dipaparkan di buku ini sama sekali berbeda dengan versi cerita yang beredar luas di masyarakat dan terlanjur jadi ‘kebenaran umum’. Misalnya orang yang semula saya kira pahlawan ternyata tokoh antagonis berdarah dingin. Belum lagi cerita2 gila dibalik krisis ekonomi dan sejarah perang dunia yang tak pernah terpublikasikan sebelumnya. Sungguh, saya tak pernah mengira kalau sejarah bisa seseksi ini^^.

Anyway, what do you have in mind when you hear something about ‘freemasonry’? Bagi yang belum tahu bisa mencari informasinya di buku ‘The Knight Templar’ or simply ask Mr. Google as you usually do :p

Freemasonry adalah sebuah organisasi rahasia yang berakar pada kepercayaan Mesir kuno yang disebut Kabbalah. Inti dari gerakan organisasi ini adalah penghapusan agama2 langit (bahkan ada sumber yang menuliskan: penghapusan semua agama), menyiapkan tata dunia baru (new world order) dan menjadikan dunia dalam 1 komando. 

Perekrutan anggota dan aktivitas kelompok ini sangat tertutup, bersifat rahasia dan sangat eksklusif. Anggotanya berasal dari latar belakang profesi, agama, kepercayaan, dan kebangsaan yang berbeda. Yang menarik, rata-rata anggotanya adalah orang penting di pemerintahan dan public figure yang tersebar di seluruh dunia-termasuk Indonesia. Para anggota ini bersumpah setia pada organisasi untuk merahasiakan keanggotaan mereka dan berbaur dengan masyarakat dengan normal. 

Mereka kerap menggunakan kode atau symbol tertentu yang hanya dimengerti sesama Mason untuk menyampaikan pesan rahasia. Nah, kode2 rahasia ini, tanpa kita sadari ternyata sudah sangat mendunia dan sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Bahkan, simbol2 itu ada di meja makan kita, nampang di tivi2 nasional, di jalanan, institusi pemerintahan dll. Dengan cerdiknya mereka menyisipkan simbol2 –yang menurut mereka suci-disegala penjuru dunia guna menyebarkan pengaruh dan untuk melaksanakan agenda besar mereka.

Salah satu symbol Mason yang populer adalah symbol maskulinitas berupa phallus yang dibangun di kota2 besar dunia. Perhatikan bahwa landmark kota2 besar dunia semuanya memiliki bentuk serupa, menyerupai obelisk Mesir, sesuai dengan akar kepercayaan Kabbalah. Landmark yg dimaksud disini adalah: menara Eiffel di Paris, Tokyo Tower di Tokyo, Washington monument di Washington, daaaaan MONAS di Jakarta Ya, anda tidak salah baca. Ada simbol freemasonry yang dibangun di tanah Indonesia-negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Padahal sudah jadi rahasia umum kalau hubungan dunia muslim dengan Freemason, Zionis, Israel -atau apapun sebutan mereka- sangat jauh dari akur. Contoh ‘kecilnya’ adalah penjajahan Israel atas bangsa Palestina.

Bangsa Indonesia sendiri tidak mengakui Israel sebagai sekutunya, terbukti dari tidak terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara tersebut. Lantas bagaimana mungkin symbol ‘suci’ freemasonry itu bisa ada di Indonesia bahkan jadi lambang ibukota Republik Indonesia?? 

Jakarta memang sarat misteri. Karena selain Monas ada beberapa situs lain yang sangat kental dengan nuansa Mason yang masih eksis di Jakarta. Padahal Soekarno sudah secara resmi melarang kegiatan Freemason di Indonesia. Melihat fakta tersebut, bukan tidak mungkin kegiatan freemasonry masih berjalan di Jakarta hingga detik ini. Lucunya hal tersebut sama sekali tidak disadari oleh masyarakat Indonesia bahkan penduduk Jakarta sekalipun *T.Y.P.I.C.A.L*.

Rasa penasaran saya terjawab setelah membaca novel ini. Ternyata pada awalnya Batavia atau Jakarta adalah kota yang dibangun oleh VOC yang ditunggangi para Mason. Jadi, wajar kalau seluruh tata kota ini ‘dihiasi’ simbol2 Mason di setiap sudutnya, tanpa terpublikasikan media. Tempat-tempat seperti taman Suropati, Monas, Museum Fatahilah, bundaran HI, bahkan Menteng kental dengan nuansa masonik. 

Mau bukti? gambar di bawah ini adalah bundaran HI yang sering dijadikan centerpiece Jekarda .  Putarlah gambar 90 derajat aaand voila! an aye appears clearly: a true Illuminati symbol. Can you see that?


Terus terang membaca novel ini membuat saya teringat akan novel2 Dan Brown versi terjemahan. It reminds me a lot of them. Selain karena ketiga tokoh sentral novel ini adalah orang asing, ada kesamaan lain yang cukup menonjol yaitu kisah cinta tokoh utama-ahli symbol dari Amerika- dengan seorang mahasiswi cantik blasteran Minang Perancis yang sedang melakukan penelitian di Jakarta. 

Petualangan bermula ketika seorang tokoh penting di negeri ini-Profesor Sudrajat- dibunuh oleh seseorang tak dikenal di Museum Fatahillah Jakarta. Posisi mayat yang ganjil ditambah dengan kode rahasia yang ditulis dengan darah membuat kasus ini ‘istimewa’, sehingga yang harus turun tangan untuk menyelesaikan kasus ini bukan cuma pihak kepolisian.

Angelina Dimitria, mahasiswi cantik blasteran Indo-Perancis, yang sempat melihat keganjilan kasus tersebut berinisiatif meminta bantuan orang yang sangat dikaguminya: John Grant-seorang pakar symbol dari Amerika-untuk memecahkan kode rahasia yang merupakan pesan kematian korban. Media Indonesia gencar memberitakan bahwa kasus pembunuhan yang menimpa Prof.Sudrajat terkait dengan asmara terlarangnya dengan Sally Kostova, sekretaris pribadi korban. Sementara itu John Grant yakin bahwa pembunuhan kali ini bukanlah perkara yang remeh. Ada rahasia besar di balik pesan kematian korban dan dia sangat yakin kalau ‘mereka’ terkait erat dengan pembunuhan ini: FREEMASONRY.
Buat yang penasaran sama bukunya, beli dong. Beli online juga bisa kok, ya nggak bang Rizki? ;) Jangan cumi doaaang…#hahaha saya aja minjem.

Sekian dulu ya ripiunya. Kapan2 saya jualan buku saya sendiri deh :p #buka lapak

Thanks a lot for reading guys,

^^.
 
kotakmimpi Blog Design by Ipietoon